Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
eproduk
Kalender Tanam

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday161
mod_vvisit_counterYesterday332
mod_vvisit_counterThis week1154
mod_vvisit_counterLast week2510
mod_vvisit_counterThis month8188
mod_vvisit_counterLast month10153
mod_vvisit_counterAll days310412
Banten Kembangkan Talas Beneng sebagai Potensi Pangan Lokal PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 02 Juni 2010 10:58
Berita Koran SINAR TANI
Edisi 2-8 Juni 2010 No. 3357 Tahun XL
Menu : Potensi
Oleh : Eneng Nurcahyati

      Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Banten dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten membudidayakan talas beneng. Talas ini dikenal dengan nama "beneng" yang merupakan singkatan dari besar dan koneng yang artinya berukuran besar dan berwarna kuning.
      Talas ini asli dari Kabupaten Pandeglang Provionsi Banten untuk dijadikan salah satu komoditi bahan pangan pokok di Provinsi Banten selain komoditi beras dan ubi-ubian yang lain.
      Menurut Kepala BKPD Banten, Eneng Nurcahyati, talas beneng merupakan jenis ubi-ubian asli Pandeglang yang penanaman dan pengelolaannya telah berhasil dikembangkan warga kelompok tani yang dapat disajikan dalam berbagai bentuk seperti keripik kue dan bahan dasar penganan lainnya.
      Pemda Banten tengah membudidayakan talas beneng untuk dijadikan salah satu komoditi bahan pangan pokok di Provinsi Banten sehingga dapat menguatkan dan mengurangi kerawanan ketahanan pangan.
      Talas beneng memiliki karakteristik yang berbeda dengan talas dari daerah lainnya. Talas ini tumbuh liar di lereng gunung, memiliki batang yang besar dan panjang serta pada bagian akarnya terdapat umbi-umbi kecil (kimpul) yang bergerombol. Selain kimpul, bagian utama yang dapat dimakan adalah batang.

Pengembangan Produk Olahan
      Talas Tepung talas dapat diolah menjadi aneka produk yang meliputi produk kering, produk semi basah dan basah. Produk kering dapat dibuat dengan tepung talas 100% seperti cookies. Produk semi basah seperti brownies juga dapat dibuat dengan 100% tepung talas. Produk basah seperti kue lumpur dapat dibuat dengan campuran terigu atau tepung lainnya.
      Produk cookies yang dibuat dari tepung talas mempunyai ciri tekstur yang sedikit kurang renyah namun memiliki warna yang menarik. Untuk memperbaiki tekstur, tepung talas dapat dikompositkan dengan tepung Bimo. Tepung talas juga dapat dikompositkan dengan tepung lain untuk memperbaiki sifat-sifatnya atau memperkaya kandungan gizinya. Sebagai contoh, tepung talas yang dikompositkan dengan tepung pisang dan kacang hijau (perbandingan 50:30:20) lalu diolah menjadi breakfast meal memiliki nilai gizi yang cukup lengkap untuk sarapan.
      Talas beneng memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan lokal. Ukurannya yang besar dengan kadar protein yang tinggi serta warna kuning yang menarik adalah kelebihan yang dimiliki talas beneng yang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki talas jenis lain.
      Walaupun kadar oksalatnya tinggi, dengan perlakuan perendaman dalam garam dapat menurunkan kadar oksalat. Pengolahan tepung menjadi aneka produk akan memperluas pemanfaatan talas beneng dalam upaya mendukung ketahanan pangan. Saat ini Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Bogor serta Badan Ketahanan Pangan Daerah dan Fakultas Pertanian Untirta Banten sedang mengembangkan potensi talas Banten (beneng) untuk lebih ditingkatkan lagi pemanfaatannya.
      "Kami telah sepakat untuk mensinergikan program dan kegiatan yang ada di masing-masing lembaga agar tidak tumpang tindih dan menghasilkan manfaat yang lebih optimal", ujar Eneng. Selain kerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi, BKPD pun telah melakukan pembinaan terhadap kelompok wanita tani di Juhut, Pandeglang dalam pengolahan talas beneng (bersama BPTP Banten), pemberian bantuan alat pengolahan serta bimbingan ke arah pengembangan produk dengan menghadirkan praktisi di bidang pemasaran dan pengolahan.
      Adanya dukungan dari APBN melalui BKPD untuk kerjasama kemitraan antara BKPD dengan Untirta dalam pengembangan pangan lokal diharapkan bisa memacu keragaman hasil pengembangan dan pemanfaatan produk talas beneng termasuk upaya memasyarakatkannya. "Kami ingin talas beneng menjadi talas Banten yang dapat meningkatkan citra daerah selain tentunya sebagai upaya penyediaan pangan bagi masyarakat", kata Kepala BKPD ini.
      Dalam berbagai kesempatan selalu dihasilkan produk pangan olahan kudapan berbahan baku beneng, agar semakin melekat di masyarakat bahwa Banten punya beneng, terlebih lagi kami menekankan kepada pemerintah daerah Kabupaten Pandeglang dan TP PKK nya agar tidak lupa untuk menghadirkan produk olahan beneng sebagai suguhan dalam berbagai kesempatan : brownies beneng, sambal kering beneng dan ikan teri, pudding beneng dan lainnnya. Ayo Cinta Pangan Lokal Sehat .• PR/Eneng/Ech.
LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com