Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
eproduk
Kalender Tanam

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday48
mod_vvisit_counterYesterday436
mod_vvisit_counterThis week48
mod_vvisit_counterLast week3175
mod_vvisit_counterThis month9131
mod_vvisit_counterLast month13066
mod_vvisit_counterAll days335581
Pengembangan Hijauan untuk Kampung Ternak Domba PDF Cetak E-mail
Oleh Eko Kardiyanto   
Kamis, 24 Februari 2011 00:00

Oleh: Drh. Eko Kardiyanto

 

“Potensi, Kekompakan, Kelembagaan yang kuat dan sinergitas antara instansi/lembaga merupakan kunci sukses pembentukan kampung ternak domba. Bahkan Wamentan pun investasi domba sebanyak 21 ekor.”

 

Kampung ternak domba dibentuk sebagai wujud keprihatinan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Tujuan utama dari program ini yaitu untuk membentuk masyarakat mandiri sejahtera dengan cara menciptakan kegiatan atau usaha lain yang dapat melestarikan hutan lindung di Kabupaten Pandeglang. Pencapaian tujuan ini dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat-tani melalui peran kelembagaan dan dukungan potensi yang ada di lokasi.

Tersebutlah Kp.Cinyurup sebagai kampung ternak domba di Kabupaten Pandeglang. Sejak tahun 2009, tempat ini telah ditetapkan sebagai wilayah percontohan pengembangan ternak domba terpadu. Lokasi ini berada di sekitar kawasan hutan lindung Gunung Karang tepatnya di Kp.Cinyurup, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang. Pemilihan lokasi pengembangan ternak domba ini berdasarkan potensi yang dimiliki seperti sumber pakan hijauan yang melimpah, pengalaman beternak domba, peluang pasar yang terbuka dan kelembagaan kelompoktani yang berjalan baik. Selain itu, rehabilitasi hutan lindung dan pengalihan usahatani merambah hutan menjadi sasaran akhir dari kegiatan ini. Bagi masyarakat Kp.Cinyurup saat ini memelihara ternak domba merupakan salah satu alternatif untuk menambah pendapatan keluarga. Kini tercatat sebanyak 76 KK dari 317 KK adalah peternak domba.

BPTP Banten selama tahun 2009 telah berhasil mengidentifikasi beberapa jenis hijauan yang terdapat di lokasi dan berhasil mengintroduksi dan mengembangkan jenis hijauan unggul untuk mendukung pengembangan ternak domba. Jenis hijauan pakan yang ada sangat beragam dan banyak jenisnya. Terdapat 7 jenis rumput dan 28 jenis dedaunan sebagai sumber pakan yang teridentifikasi. Dampak dari kegiatan ini yaitu telah berkembangnya jenis rumput unggul di lahan petani dan perhutani seperti rumput gajah seluas 6,5 ha dan  leguminose kaliandra seluas 20 ha. Selain itu jumlah petani kooperator yang mengadopsi inovasi sekitar 60% dari jumlah peternak.

Dengan  diterapkannya  inovasi  budidaya hijauan pakan ternak maka waktu mencari rumput menjadi lebih efesien. Menurut mereka waktu mencari rumput/pakan ternak menjadi lebih singkat yaitu 15 menit dari sebelumnya sekitar 1 jam. Berdasarkan luas lahan hijauan yang ada diperkirakan 20.000 – 30.000 ekor ternak domba bisa tertampung di lokasi ini.

Pahit manisnya beternak domba telah dirasakan oleh mereka. Berawal dari 275 ekor domba yang tercatat awal tahun 2009, kini telah bertambah  menjadi 1500 ekor dengan penambahan kelompok ternak dari 5 menjadi 9 kelompok. Hal ini tidak lepas dari peran serta pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan ternak domba berupa bantuan ternak domba sebanyak 204 ekor dan dukungan teknis lainnya. Banyak investor yang terlibat termasuk Wamentan telah menginvestasikan domba sebanyak 21 ekor.

Selain itu dengan adanya kelembagaan kelompoktani yang dinamis sangat mendukung bagi pengembangan hijauan pakan ternak dan pertambahan populasi ternak domba. Kini mereka sangat bergairah untuk mengembangkan jenis rumput unggul (rumput gajah) sebagai sumber pakan di lahan-lahan mereka.

Timbulnya kesadaran masyarakat untuk berkelompok dimulai pada tahun 2006 dengan membentuk kelompok tani 'Karya Mandiri' dengan jumlah anggota yang masih sedikit. Kelompok tani ini dijadikan sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan usahatani mereka. Dalam perkembangannya, keanggotaan kelompok bertambah banyak sehingga sekarang telah terbentuk sebanyak 4 kelompok tani yaitu kelompok tani Karya Mandiri, Taruna Mandiri, Jaya Mandiri dan Bina Mandiri. Kegiatan pertemuan rutin dilakukan setiap minggu yaitu pada hari Kamis dengan didampingi oleh petugas lapang (PPL) dan petugas dari instansi lain (dinas). Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai permasalahan, teknis budidaya, rencana pengembangan, dan pemasaran usahatani-ternak. Dalam pembinaan kelompok kami selalu menerapkan kemandirian kelompok dalam setiap kegiatannya yaitu dengan cara meningkatkan kegiatan swadaya dalam kelompok.

Untuk mendukung pengembangan ternak domba tersebut maka disusunlah suatu sistem kerjasama yang diterapkan menggunakan sistem perguliran yang diatur melalui suatu perjanjian dan difasilitasi oleh Disnakkeswan Kabupaten Pandeglang. Dimana setiap 1 ekor ternak yang diterima, peternak berkewajiban mengembalikan 2 ekor ternak dengan kondisi dan umur yang sama dengan ternak yang diterima pertama kali untuk digulirkan selama 3 tahun pemeliharaan.

 

 

Sampai saat ini  telah berhasil digulirkan 13 ekor domba kepada peternak lain dan telah terjadi pengembangan ternak di 2 tempat lainnya yaitu Kp.Ciodeng dan Kp.Balangendong. Adapun jenis domba yang dikembangkan yaitu domba Garut dan domba komposit (komposit Sumatera, komposit Garut dan Barbados Cross). Ketiga jenis domba komposit tersebut merupakan hasil inovasi teknologi dari Balitnak, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian RI. Adanya perkembangan yang positif yang terlihat dari pertambahan populasi ternak domba, dukungan sumber pakan ternak, dukungan pemerintah dan keinginan masyarakat untuk maju, maka pengembangan ternak domba di kampung ternak ini sangat mungkin untuk diwujudkan. Untuk mempersiapkan pertambahan populasi domba maka lebih lanjut perlu adanya pengembangan tanaman hijauan pakan ternak (rumput/leguminose pohon) di lahan lain dengan konsep konservas

Sadar akan keterbatasan pemerintah dalam pembiayaan dan pembinaan maka diharapkan ada peran pihak lain untuk mendukung keberhasilan pembangunan ini. Guna mempercepat pengembangan ternak domba di lokasi kami mengundang peran swasta baik perorangan maupun kelompok atau lembaga pemodal yang difasilitasi oleh lembaga pengelola melalui konsep kerjasama yang diatur dengan suatu perjanjian yang saling menguntungkan. Konsep kerjasama yang kami tawarkan yaitu pemberdayaan masyarakat dan lingkungan bagi kesejahteraan bersama. Sampai saat ini sudah ada beberapa investor swasta perorangan yang akan menyimpan investasi di lokasi.

Keberhasilan pembentukan kampung ternak domba terpadu tidak terlepas dari peran serta kelembagaan yang mulai diinisiasikan sejak awal dengan membentuk Pokja Kampung Ternak yang melibatkan Balitnak, BPTP Banten, Distanak Provinsi, Dishutbun Provinsi, Disnakeswan Kabupaten Pandeglang, Perum Perhutani, LSM Kopling, Kelurahan Juhut dan kelompok masyarakat. Melalui proses yang panjang dan berliku, sosialisasi terus dilakukan untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas dari stake holder yang berkepentingan bagi pengembangan kampung ternak domba ini. Kini pengembangan kampung ternak domba terpadu merupakan kegiatan sinergitas beberapa instansi pemerintah. Sampai saat ini tercatat ada 14 lembaga/instansi yang berperan didalamnya seperti Balitnak, BPTP Banten, Distanak Provinsi Banten, BP3KH Provinsi Banten, BKPD Provinsi Banten, Balitbangda Provinsi Banten, Perum Perhutani Provinsi Banten, Dishutbun Provinsi Banten, Disnakkeswan Kabupaten Pandeglang, Distanbun Kabupaten Pandeglang, Kantor Penyuluh dan Ketahanan  Pangan  Kabupaten  Pandeglang,  LSM Kopling, Kelurahan Juhut dan Bank Indonesia.

 

Tidak hanya itu, wilayah ini juga dijadikan tempat studi banding  petani Banten dan luar Banten. Kunjungan Wamentan, Wagub, Bupati, DPRD, SKPD Provinsi/Kab dan masyarakat lainnya. Sekalian dijadikan arena outbond karena lokasinya yang menanjak dan jalannya jelek, namun sekarang sudah ada perbaikan jalan. BI Kab. Serang sedang melakukan penelitian pemasaran dan pola pembiayaan pengembangan kampung ternak domba ini.

Dengan mempertahankan proses yang dinamis selama ini serta adanya dukungan pendampingan dan pembinaan oleh petugas, Lurah Juhut Aan Suwandi berkeyakinan bahwa pada tahun 2013 Kelurahan Juhut akan menjadi daerah yang mandiri sejahtera. Kami harapkan dengan adanya dukungan dan keterlibatan berbagai pihak dalam pembangunan melalui pemberdayaan dapat mempercepat terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semoga semua yang dicita-citakan bersama dapat terwujud dan terlaksana dengan baik.

LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com