





![]() | Today | 205 |
![]() | Yesterday | 337 |
![]() | This week | 2188 |
![]() | Last week | 2179 |
![]() | This month | 5614 |
![]() | Last month | 8493 |
![]() | All days | 166495 |
| Perlu Inovasi Pemanfaatan Pekarangan |
|
|
|
| Oleh Kardiyono |
| Rabu, 07 Desember 2011 14:34 |
|
Harian Umum KABAR BANTEN, Rabu, 7 Desember 2011
Perwujudan dari program tersebut, kata Kardiyono, yaitu dengan inovasi memanfaatkan pekarangan dengan prinsip memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga dan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari; meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan di perkotaan maupun perdesaan untuk budidaya tanaman pangan, buah, sayuran dan tanaman obat keluarga (toga) serta pemeliharaan ternak dan ikan. Selain itu, kata Kardiyono, pengolahan hasil serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos, mengembangkan sumber benih / bibit untuk menjaga keberlanjutan pemanfaatan pekarangan dan melakukan pelestarian tanaman pangan lokal untuk masa depan; mengembangan kegiatan ekonomi produktif keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat secara mandiri. BPTP Banten telah melakukan inisiasi M-KRPL di Kecamatan Kramatwatu dan Kebun Percobaan (KP) Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Aplikasi model KRPL telah mulai dari penanaman sayuran vertikultur, penanaman bibit sayuran dan toga, pembuatan kolam ikan dan pembuatan kebun bibit. Menurut Kardiyono, rak vertikultur merupakan media tumbuh tanaman dengan bahan yang sederhana dan mudah dibuat. BPTP Banten memperkenalkan rak vertikultur yang berbahan bambu dan talang PVC sebagai tempat tumbuh bibit yang ditanam. |
| LAST_UPDATED2 |