





![]() | Today | 235 |
![]() | Yesterday | 324 |
![]() | This week | 559 |
![]() | Last week | 2314 |
![]() | This month | 6299 |
![]() | Last month | 8493 |
![]() | All days | 167180 |
| Si Seupah Berkembang Sebagai Durian Unggul Lokal |
|
|
|
| Oleh Kartono |
| Kamis, 22 Desember 2011 10:21 |
|
Koran BERKAH, edisi 16-22 Desember 2011
Berdasarkan hasil uji preferensi konsumen terhadap buah durian secara nasional, durian Si Seupah termasuk dalam kategori idiotipe durian nasional. Lima kategori dalam diskripsi durian Si Seupah sesuai dengan indicator preferensi konsumen yang dilakukan oleh Tim Peneliti Durian dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbutrop) Solok di beberapa sentra dan daerah konsumen durian di Indonesia, Tabel 1.
Pengembangan Kawasan Durian Berdasarkan hasil penelitian preferensi konsumen dan hasil kontes durian, maka durian Si Seupah layak untuk dikembangkan sebagai durian unggul lokal di Kabupaten Pandeglang. Seiring dengan program pengembangan kawasan hortikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian dan Petemakan Provinsi Banten dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten secara bersama-sama akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan. Kawasan hortikultura khususnya komoditas durian di Kabupaten Pandeglang terletak di 11 kecamatan. Kegiatan sebagian telah dilakukan dengan pembagian dan penanaman benih durian di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Carita dan Kecamatan Keroncong. Dengan luasnya wilayah pengembangan durian di Kabupaten Pandeglang membutuhkan benih durian cukup banyak. Kendala utama dalam pengembangan ini adalah penyediaan benih masih terbatas, sehingga ketersediaan benih belum mencukupi untuk semua wilayah. Salah satu permasalahan dalam perbanyakan benih durian adalah kurangnya tenaga trampil di bidang perbanyakan benih, sehingga keberhasilan perbanyakan benih masih rendah. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya informasi, belum adanya pelatihan atau demonstrasi tentang perbenihan durian yang cukup dan secara partisipatif dilakukan oleh petani durian, penangkar benih dan petugas lapangan. Peran BPTP sebagai Pendamping BPTP Banten sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian berkewajiban mengawal program Kementerian Pertanian dalam pengembangan kawasan hortikultura di Provinsi Banten. Berdasarkan potensi dan kendala pengembangan kawasan hortikultura tersebut, tim teknis Kegiatan Pendampingan Kawasan Hortikultura di Provinsi Banten melakukan beberapa langkah kegiatan dalam upaya menjawab permasalahan yang ada. Langkah awal yang dilakukan adalah koordinasi, sosialisasi dan sinkronisasi dengan dinas terkait guna menentukan sasaran, materi kegiatan dan metode pendekatan yang akan dilaksanakan. Dari hasil kegiatan ini dirumuskan bahwa penentuan sasaran / lokasi pendampingan terfokus di Kecamatan Keroncong Kabupaten Pandeglang, materi pendampingan adalah perbanyakan benih durian dan pengelolaan kebun durian yang sehat. Pendekatan yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan demonstrasi secara partisipatif dengan disertai pendampingan yang intensif. Materi pembelajaran perbenihan telah dipersiapkan dengan membangun rumah benih sederhana, yang meliputi pembuatan naungan menggunakan paranet dengan intensitas penyinaran 50 %, pembuatan kotak pcrsemaian (seed bag), persiapan media tumbuh di persemaian dengan menggunakan media pasir, pukan dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 0,5. Persiapan batang bawah durian menggunakan media tumbuh pupuk kandang dan tanah dengan komposisi 1 : 1 yang dikemas dalam kantung plastik (poly-bag) ukuran 20 x 25 cm. Materi pengelolaan kebun durian secara sehat dilakukan secara partisipatif di kebun petani, baik pada kebun yang telah ada maupun pada pengembangan baru pada lahun 2011. Diharapkan pada tahun 2012 petani sudah mampu melakukan perbanyakan benih sendiri dengan mengembangkan durian unggul lokal Si Seupah, sehingga permasalahan pcngadaan benih durian unggul dapat terselesaikan. |
| LAST_UPDATED2 |