Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Kalender Tanam
eproduk

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday20
mod_vvisit_counterYesterday509
mod_vvisit_counterThis week1396
mod_vvisit_counterLast week3112
mod_vvisit_counterThis month9367
mod_vvisit_counterLast month13740
mod_vvisit_counterAll days349557
Si Seupah Berkembang Sebagai Durian Unggul Lokal PDF Cetak E-mail
Oleh Kartono   
Kamis, 22 Desember 2011 10:21

Koran BERKAH, edisi 16-22 Desember 2011

Pandeglang merupakan salah satu sentra produksi durian di Provinsi Banten, peringkat ke 9 setelah Lampung dan Jawa Barat dari 18 daerah penghasil durian di Indonesia. Dalam upaya pengembangan kawasan hortikultura pada tahun 2010 telah dilakukan seleksi durian unggul lokal melalui kegiatan kontes buah durian oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang.  Dari hasil kontes didapat beberapa durian unggul lokal Pandeglang, salah satunya adanya durian “Si Seapah" dari Desa Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.  Durian ini diperkirakan berumur kurang lebih 70 tahun dengan tinggi tanaman mencapai 27 meter.  Si Seupah memenangkan kontes karena ukuran dan wama buah, rasa serta aroma dan tekstur daging yang menarik.

Berdasarkan hasil uji preferensi konsumen terhadap buah durian secara nasional, durian Si Seupah termasuk dalam kategori idiotipe durian nasional.  Lima kategori dalam diskripsi durian Si Seupah sesuai dengan indicator preferensi konsumen yang dilakukan oleh Tim Peneliti Durian dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbutrop) Solok di beberapa sentra dan daerah konsumen durian di Indonesia, Tabel 1.

Bentuk buah durian Si Seupah hampir semua konsumen di beberapa daerah menyukai, hanya di wilayah Jawa Barat, lebih dari 42 % konsumennya menyukai bentuk durian menyerupai bulat telur.  Daerah yang kurang menyukai warna buah Si Seupah adalah Sumatera Barat dan Kalimantan Tengah, sedangkan warna dagingnya hampir semua wilayah menyukainya. T ekstur daging buah yang pulen, Si Seupah juga memenuhi selera konsumen di seluruh wilayah sentra durian di Indonesia.  Rasa dagingnya yang manis legit juga disukai oleh hampir seluruh wilayah sentra, hanya di Sumatera Utara hampir 57 % lebih menyukai rasa manis pahit.

Pengembangan Kawasan Durian

Berdasarkan hasil penelitian preferensi konsumen dan hasil kontes durian, maka durian Si Seupah layak untuk dikembangkan sebagai durian unggul lokal di Kabupaten Pandeglang.  Seiring dengan program pengembangan kawasan hortikultura, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Pandeglang, Dinas Pertanian dan Petemakan Provinsi Banten dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banten secara bersama-sama akan terus mendorong percepatan pengembangan kawasan.  Kawasan hortikultura khususnya komoditas durian di Kabupaten Pandeglang terletak di 11 kecamatan.  Kegiatan sebagian telah dilakukan dengan pembagian dan penanaman benih durian di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Carita dan Kecamatan Keroncong.

Dengan luasnya wilayah pengembangan durian di Kabupaten Pandeglang membutuhkan benih durian cukup banyak.  Kendala utama dalam pengembangan ini adalah penyediaan benih masih terbatas, sehingga ketersediaan benih belum mencukupi untuk semua wilayah.  Salah satu permasalahan dalam perbanyakan benih durian adalah kurangnya tenaga trampil di bidang perbanyakan benih, sehingga keberhasilan perbanyakan benih masih rendah. Hal ini dimungkinkan karena kurangnya informasi, belum adanya pelatihan atau demonstrasi tentang perbenihan durian yang cukup dan secara partisipatif dilakukan oleh petani durian, penangkar benih dan petugas lapangan.

Peran BPTP sebagai Pendamping

BPTP Banten sebagai kepanjangan tangan Badan Litbang Pertanian berkewajiban mengawal program Kementerian Pertanian dalam pengembangan kawasan hortikultura di Provinsi Banten. Berdasarkan potensi dan kendala pengembangan kawasan hortikultura tersebut, tim teknis Kegiatan Pendampingan Kawasan Hortikultura di Provinsi Banten melakukan beberapa langkah kegiatan dalam upaya menjawab permasalahan yang ada.  Langkah awal yang dilakukan adalah koordinasi, sosialisasi dan sinkronisasi dengan dinas terkait guna menentukan sasaran, materi kegiatan dan metode pendekatan yang akan dilaksanakan.

Dari hasil kegiatan ini dirumuskan bahwa penentuan sasaran / lokasi pendampingan terfokus di Kecamatan Keroncong Kabupaten Pandeglang, materi pendampingan adalah perbanyakan benih durian dan pengelolaan kebun durian yang sehat. Pendekatan yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan demonstrasi secara partisipatif dengan disertai pendampingan yang intensif.

Materi pembelajaran perbenihan telah dipersiapkan dengan membangun rumah benih sederhana, yang meliputi pembuatan naungan menggunakan paranet dengan intensitas penyinaran 50 %, pembuatan kotak pcrsemaian (seed bag), persiapan media tumbuh di persemaian dengan menggunakan media pasir, pukan dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 0,5.  Persiapan batang bawah durian menggunakan media tumbuh pupuk kandang dan tanah dengan komposisi 1 : 1 yang dikemas dalam kantung plastik (poly-bag) ukuran 20 x 25 cm.  Materi pengelolaan kebun durian secara sehat dilakukan secara partisipatif di kebun petani, baik pada kebun yang telah ada maupun pada pengembangan baru pada lahun 2011.  Diharapkan pada tahun 2012 petani sudah mampu melakukan perbanyakan benih sendiri dengan mengembangkan durian unggul lokal Si Seupah, sehingga permasalahan pcngadaan benih durian unggul dapat terselesaikan.

LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com