Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
eproduk
Kalender Tanam

Video Inovasi

Video Lainnya

Waktu Banten

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday218
mod_vvisit_counterYesterday447
mod_vvisit_counterThis week3111
mod_vvisit_counterLast week3069
mod_vvisit_counterThis month12446
mod_vvisit_counterLast month11160
mod_vvisit_counterAll days325830
Kita Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga melalui MKRPL PDF Cetak E-mail
Oleh Kardiyono dan Kartono   
Kamis, 04 Oktober 2012 15:51

Koran RADAR BANTEN 4 Oktober 2012

Setiap manusia butuh pangan. Mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa sampai orang yang sudah renta masih butuh makan untuk kewajiban perbaikan metabolisme tubuh agar bisa beraktivitas maupun beribadah sesuai dengan tuntunan dan kepercayaan yang dianut. Laju pertambahan penduduk yang cukup besar, ditambah adanya dampak ketidakpastian iklim dapat sebagai ancaman terhadap ketersediaan pangan. Hal tersebut dapat terlihat dari langkanya beberapa produk pangan yang cukup menghebohkan pada beberapa bulan kemarin seperti cabe dan kedelai.  Terjadinya demo pengrajin tahu dan tempe menyebabkan kelangkaan makanan khas di Indonesia.

Permasalahan kelangkaan pangan juga terjadi pada negara lain. Menurut Word Food Program (WFP) tahun 2008 sebanyak 57 negara (29 di Afrika, 19 di Asia dan 9 di Amerika Latin) terkena bencana banjir maupun bencana ekologis. Di pihak lain, bencana kekeringan dan gelombang panas juga melanda beberapa wilayah di sebagian Asia seperti Cina, Eropa dan Uruguay. Bahkan di Australia yang menjadi salah satu produsen gandum dunia, bencana kekeringan tahun 2007 yang lalu juga telah menurunkan produksi gandum sekitar 40 persen atau 4 juta ton. Tidak heran jika kemudian suplai gandum dunia agak terganggu dan sempat melonjakkan harga gandum di pasar global. Laporan WFP tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 854 juta jiwa di seluruh dunia terancam kelaparan. Kelompok rawan pangan ini akan bertambah sekitar 4 juta jiwa per tahun, sehingga kenaikan harga pangan dunia saat ini benar-benar bisa di luar jangkauan kelompok miskin tersebut. Berbagai macam sorotan dunia internasional tentang pangan, membuat Presiden RI berulang kali dalam setiap pertemuan mengenai pangan menegaskan urgensi membangun ketahanan pangan daerah. Bhakan lebih spesifik lagi, pada acara Konferensi Dewan Ketahanan Pangan pada bulan Oktober 2010 di Jakarta, presiden memberikan arahan tentang ketahanan dan kemandirian pangan nasional harus dimulai dari rumah tangga

Terkait dengan hal ini, pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengembangan pangan rumah tangga merupakan salah satu alternatif untuk mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. Pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman kebutuhan keluarga sudah dilakukan masyarakat sejak lama dan terus berlangsung hinga sekarang namun belum dirancang dengan baik dan sistematis pengembangannya terutama dalam menjaga kelestarian sumberdaya. Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) adalah salah satu model alternatif untuk menjawab permasalahan yang sedang diprogramkan Kementerian Pertanian. Implementasi program MKRPL di Provinsi Banten dilakukan di Kabupaten Pandeglang (Desa Menes, Kecamatan Menes), Kabupaten Serang (Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu), Kota Serang (Kecamatan Walantaka), Kabupaten Lebak (Desa Sipayung, Kecamatan Cipanas), Kabupaten Tangerang (Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan), Kota Tangerang (Kecamatan Neglasari) dan Kota Tangerang Selatan (Kecamatan Setu). Pada prinsip pemanfaatan lahan pekarangan dirancang untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga, diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal, pelestarian tanaman pangan untuk masa depan, serta peningkatan pendapatan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk menjaga keberlanjutannya, pemanfaatan pekarangan dalam konsep model KRPL dilengkapi dengan kelembagaan Kebun Bibit Desa, unit pengelola serta pemasaran untuk penyelamatan hasil yang melimpah. Beberapa model KRPL dapat dikelompokkan menjadi 3 strata yaitu: (a) Strata-1, pekarangan sempit , 100m2 atau tanpa pekarangan atau hanya teras. (b) Strata-2, pekarangan sedang 100-300 m2. (c) Strata-3 pekarangan luas > 300 ma2. Berdasarkan hasil tersebut, maka rancangan pemanfaatan lahan pekarangan juga disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang terbagi dalam 3 kelas tersebut yaitu: sempit, sedang dan luas.

Pola pengembangannya terdiri dari 4 kegiatan besar yaitu: pola vertikultur dan tanaman pot, bedengan sempit, bedengan luas, dan intensifikasi jalan/rumah ibadah. Khusus untuk pekarangan luas (Strata-3) pemanfaatanya ditambah kandang ternak ayam buras/kambing dan kolam air tawar (nila atau mujaer). Secara teori, karbohidrat non beras bisa dicukupi dari 20 batang talas per tahun/orang, konsumsi protein bisa dicukupi dengan telor yang dihasilkan oleh 10 ekor ayam/keluarga/tahun, dan vitamin mineral bisa dicukupi dengan 5 rak berisi 10 polybag sayuran/tahun/orang. Sedangkan kegiatan pendukungnya yaitu pengolahan hasil dan pembuatan kompos dari limbah keluarga.

Melalui kegiatan MKRPL diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan, baik ketahanan pangan keluarga, ketahanan pangan regional bahkan ketahanan pangan secara nasional. Mari kita tingkatkan pemanfaatan pekarangan melalui konsep MKRPL guna mewujudkan ketahanan pangan keluarga. (mam/adv)

LAST_UPDATED2
 

Success Story

Joomla Templates by JoomlaVision.com